Contoh Autobiografi Panjang, Tokoh, Anak SMA, Diri Sendiri, Tokoh Pahlawan dll

penafsiran Autobiografi merupakan tulisan menimpa cerminan tentang kejadian- kejadian yang di natural oleh seorang dalam hidupnya yang pengaruhi pertumbuhan serta pembuatan pribadinya yang di tulis oleh orang itu sendiri. Jadi, autobiografi ialah biografi yang ditulis sendiri oleh yang bersangkutan.

Autobiografi nyaris sama dengan biografi. Perbedaannya cuma terletak pada siapa yang menulis nya. Bila autobiografi itu di tulis sendiri oleh orang yang bersangkutan. Berbeda dengan biografi yang di tulis oleh orang lain. Guna kedua bacaan ini sama- sama bertujuan buat membagikan data kepada sang pembaca.

Berikut sebagian contoh autobiografi

selaku berikut.

Contoh Autobiografi Panjang contoh autobiografi

Nama aku Zainatul Istiana Ulfa, tetapi biasa di panggil Uul. Aku anak terakhir dari 3 bersaudara. Kakak awal energi laki– laki serta kakak kedua aku wanita. Aku lahir di suatu kampung yang bernama Wediombo pada 21 Mei

2002. Aku di besarkan oleh kedua orangtua aku disitu dengan penuh kasih sayang dari orang- orang di dekat aku.

Bapak aku bernama Sulaiman Lubis, sebaliknya Bunda aku bernama Siti Rahmah Wati. Bapak aku bekerja selaku karyawan di salah satu pabrik di kabupaten, sebaliknya bunda merupakan seseorang penjahit di desa kami. Dikala ini aku duduk di bangku kelas sebelas( XI) di Sekolah Menengah Kejuruan(SMK) negara di wilayah kami dengan mengambil kemampuan Metode Pc serta Jaringan( TKJ).

Jarak kelahiranku serta kedua kakakku memanglah terbilang jauh. Kakak yang awal lahir pada tahun 1988, kakak yang kedua lahir pada tahun 1993, sebaliknya aku lahir pada tahun 1997.

Kakak awal aku bernama Zaenul Bakri yang dikala ini bekerja selaku guru. Kakak kedua ku, bernama Alifia Zaeni Purbaningtyas dikala ini menempuh sekolah Strata 2( S2) di salah satu universitas di kota Jogja. Kakak awal ku menikah dengan seorang

wanita yang bernama Naela Syafataini yang pula menjabat selaku guru di sekolah yang sama dengan kakak aku. Dari perkawinan tersebut, kakak serta istrinya di karuniai satu orang anak yang dikala ini berumur 2 tahun. Laela Qomariyah, seperti itu nama anak mereka yang sekalian merupakan keponakan ku.

Kakak ku serta istrinya tinggal di rumah yang tidak jauh dengan tempat tinggal ku serta orang tua. Cuma berjarak dekat 2 kilo m. Kerapkali saya berkunjung ke rumah kakak ku serta istrinya walaupun cuma hanya memohon es krim rasa coklat.

Kakakku yang kedua, sempat hendak menikah kala lulus dari strata satu( S1) tetapi perkawinan itu tidak jadi di laksanakan disebabkan sesuatu perihal yang membatasi perkawinan tersebut. Sampai kesimpulannya kakak ku memutuskan buat melanjutkan pembelajaran nya, serta hingga dikala ini belum terdapat rencana buat menikah https://academia.co.id .

Saya di besarkan oleh keluarga yang bukan berasal dari generasi darah biru. Bapak serta bunda ku berasal dari keluarga sederhana

yang mana orangtua dia ataupun kakek nenek ku merupakan seseorang petani. Tetapi, dengan kehidupan yang simpel ini kami tidak sempat merasa malu ataupun gengsi sebab banyaknya harta tidak hendak dapat membeli kebahagiaan.

Walaupun dari keluarga simpel, bapak serta bunda sanggup membiayai sekolah anak- anaknya hingga jenjang akademi besar. Kami tidak sempat memohon apapun yang kami rasa kurang berarti. Bapak serta bunda tetap mengasihi kami serta senantiasa membagikan yang terbaik buat anak- anaknya. Kami tidak ketahui wajib membalas seberapa besar buat ketulusan mereka sepanjang ini. Kami sangat mencintai mereka, lebih. Mereka lah yang memahami kan pada kami betapa indah hidup serta banyak perihal yang mesti kami syukuri. Saya

tidak sempat menyesal hidup simpel sebab senantiasa terdapat mereka yang tidak sempat menyudahi men- support kami.

Aku memiliki hobi menggambar ataupun melukis. Tiap hari senantiasa kusempatkan tanganku buat membagikan curahan pada kertas. Walaupun masih nampak pemula, tetapi aku senantiasa melaksanakannya. Aku yakin kalau suatu yang di jalani dengan bersungguh- sungguh hingga tidak hendak membagikan hasil yang sia– sia. Tidak hanya itu aku pula memiliki hobi bermain basket. Di sekolah kami, terdapat grub basket yang beranggotakan para siswi serta aku tergabung dalam kelompok tersebut. Tiap hari Jum’ at serta Sabtu sore, kami senantiasa melaksanakan latihan di lapangan basket sekolah. Bapak, bunda, dan kakak- kakak senantiasa mensupport seluruh hobbi aku. Aku tidak sempat menyesal serta senantiasa berlatih dengan sungguh- sangat.

Di hari Minggu, aku umumnya menolong bunda menuntaskan orderan menjahitnya. walaupun cuma hanya menolong memasangkan kancing ataupun perihal perihal ringan yang lain. Sebab aku belum dapat menolong menjahit baju dengan mesin, tetapi paling tidak sedikit menolong pekerjaan bunda menjahit.

Bapak serta bunda ialah orang yang taat agama. Mereka senantiasa mengingat kan kami buat sholat, puasa, buat menyisihkan duit saku kami buat infak, ataupun melaksanakan ibadah– ibadah yang lain. Sempat sesuatu hari, kala aku lagi asik bermain, dikala itu aku masih duduk di kelas 2 SMP. Aku tidak sholat Dhuhur sebab aku berfikir buat melaksanakannya nanti saja dikala aku fikir waktunya masih lama. Tetapi nyatanya aku terlena sebab keasyikan bermain. Sampai datang waktu ashar aku belum pula menunaikan sholat Dhuhur. Kala bapak bertanya pada aku apakah telah sholat dhuhur, aku cuma diam. Pasti bapak ketahui kalau aku belum sholat, lalu bapak langsung menasehati aku dengan panjang lebar. kala itu aku sangat merasa bersalah, sebab memanglah bapak telah menegaskan aku buat sholat kala bermain. Semenjak kecil, bapak serta bunda memanglah selalu

Baca Juga : Istimewanya Pasukan Indonesia di Mata PBB, Laksanakan Misi Spektakuler

mengajari kami buat melakukan sholat dimanapun kami terletak. Bapak serta bunda menancapkan betul– betul nasehat itu.

Tiap magrib, bapak selau menyempatkan waktu buat mengajari mengaji anak- anaknya, tidak hanya itu ataupun pula mengarahkan ilmu ilmu agama yang lain. Jika saja bapak tidak memforsir kami belajar agama, bisa jadi saat ini aku telah menjajaki pergaulan serta style hidup anak muda biasanya. Aku senantiasa bersyukur, sebab di lahirkan dalam keluarga sangat hebat

Aku mulai masuk sekolah dasar( SD) pada tahun 2008 yang mana kala itu aku berumur 6 tahun. Yang membawakan aku ke sekolah dasar buat awal kalinya merupakan kakak aku yang awal. Dimana pada dikala itu kakak aku lagi libur semester kuliah. Kakak sayam memanglah orang yang senantiasa berambisi buat mencari ilmu. Di senantiasa berpesan buat tidak membuang- buang waktu cuma buat bermain. Kala kakak tidak terdapat aktivitas, kakak senantiasa menyempatkan buat mengajari aku mengerjakan pekerjaan rumah( PR) yamg aku membawa dari sekolah. Lebih seringnya kakak senantiasa menceritakan tentang

dongeng– dongeng yang senantiasa membuat aku bahagia mendengar ceritanya. Aku tidak sempat bosan mendengarkannya. Ia merupakan pendongeng yang sangat menarik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*